Arsitektur microservice telah menjadi sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini karena arsitektur tersebut mampu membuat aplikasi menjadi lebih modular, scalable, dan fault-tolerant. Selain itu, Node.js juga menjadi salah satu platform paling populer untuk mengembangkan microservice karena arsitekturnya yang event-driven dan non-blocking I/O.

Dalam artikel ini, akan dibahas tutorial video yang mengajarkan cara membuat microservice menggunakan Node.js. Selain itu, kode sumber juga diberikan sebagai referensi bagi para pengembang yang ingin mengimplementasikan arsitektur microservice pada aplikasi mereka.

Tutorial video ini mengajarkan cara membangun sebuah API Gateway sederhana yang terintegrasi dengan dua microservice yang berbeda. Sebagai bagian dari arsitektur microservice, API Gateway berfungsi untuk merutekan permintaan masuk ke microservice yang tepat, menggabungkan respon, dan mengirimkannya kembali ke klien.

Kode sumber yang diberikan dalam tutorial video tersebut menggunakan beberapa library Node.js populer, seperti Express, Axios, dan Body-parser. Dalam prosesnya, penonton dapat mempelajari cara pemanfaatan library tersebut untuk menyederhanakan proses pembuatan API Gateway.

Dalam memahami konsep dasar arsitektur microservice, penonton juga akan belajar bagaimana memanfaatkan Node.js sebagai platform pengembangan yang dapat memperkuat arsitektur tersebut. Dengan memahami cara kerja Node.js dan konsep dasar arsitektur microservice, pengembang dapat mengembangkan aplikasi yang lebih modular dan scalable.

Untuk memulai pembuatan API Gateway, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat sebuah project baru menggunakan Node.js. Setelah itu, kita dapat menginstal beberapa library yang dibutuhkan untuk proses pembuatan API Gateway.

Pada tutorial video ini, penonton akan diajarkan untuk menginstal Express, sebuah framework web untuk Node.js. Selain itu, penonton juga akan belajar untuk menginstal Axios, sebuah library HTTP client untuk Node.js yang memungkinkan kita untuk mengirim permintaan ke server lain.

Setelah library yang dibutuhkan telah terinstal, kita dapat memulai proses pembuatan API Gateway. Pertama-tama, kita perlu membuat file server.js yang akan menjadi entry point dari aplikasi kita.

Setelah itu, kita dapat membuat dua file microservice yang akan diintegrasikan dengan API Gateway. Pada tutorial video ini, penonton akan diajarkan untuk membuat file microservice1.js dan microservice2.js.

Kemudian, kita perlu menambahkan beberapa route pada file server.js untuk merutekan permintaan masuk ke microservice yang tepat. Pada tutorial video ini, penonton akan diajarkan untuk menambahkan dua route, yaitu /microservice1 dan /microservice2.

Setelah itu, kita perlu mengintegrasikan API Gateway dengan dua microservice yang telah dibuat. Pada tutorial video ini, penonton akan diajarkan untuk mengintegrasikan API Gateway dengan microservice1 dan microservice2 menggunakan Axios.

Dalam proses integrasi, kita dapat memanfaatkan fitur Promise pada JavaScript untuk mengirim permintaan ke microservice dan menggabungkan hasilnya. Dalam tutorial video ini, penonton akan belajar bagaimana memanfaatkan Promise untuk menggabungkan hasil dari dua microservice yang berbeda.

Kemudian, penonton juga akan diajarkan untuk menambahkan library Body-parser untuk mengurai body permintaan yang masuk ke API Gateway. Dengan menggunakan Body-parser, kita dapat dengan mudah mengambil data dari permintaan masuk dan memprosesnya sesuai dengan kebutuhan.

Dalam proses pengembangan, selain menginstal library dan membuat kode sumber, pengembang juga perlu memperhatikan beberapa hal penting dalam pengembangan aplikasi berbasis arsitektur microservice. Beberapa hal penting tersebut antara lain:

  1. Memperhatikan pembagian tugas dan fungsi pada setiap microservice yang dibuat. Setiap microservice harus memiliki fungsi dan tugas yang jelas dan terpisah agar dapat diintegrasikan dengan API Gateway dengan baik.
  2. Memperhatikan ukuran dan kompleksitas setiap microservice yang dibuat. Ukuran dan kompleksitas setiap microservice harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi agar dapat berjalan dengan optimal.
  3. Memperhatikan keamanan dan privasi data pada setiap microservice yang dibuat. Setiap microservice harus memiliki sistem keamanan dan privasi data yang baik untuk mencegah akses tidak sah dan penyalahgunaan data.

Dengan memperhatikan hal-hal penting tersebut, pengembang dapat mengembangkan aplikasi berbasis arsitektur microservice yang lebih baik dan optimal.

Secara keseluruhan, tutorial video dan kode sumber yang diberikan dalam artikel ini dapat menjadi referensi bagi pengembang yang ingin memahami dan mengimplementasikan arsitektur microservice pada aplikasi mereka. Dengan memahami konsep dasar arsitektur microservice dan memanfaatkan library Node.js, pengembang dapat mengembangkan aplikasi yang lebih modular, scalable, dan fault-tolerant. Dalam tutorial ini, penonton akan diajarkan cara membangun sebuah API Gateway sederhana dengan Node.js dan mengintegrasikannya dengan dua microservice yang berbeda menggunakan Express, Axios, dan Body-parser.

Photo by Growtika on Unsplash

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *